Empat Monyet Bijak

View previous topic View next topic Go down

Empat Monyet Bijak

Post by Hiki on Tue Jun 29, 2010 11:03 am

Pertama", mohon mod untuk memindahkan ini kalau ini salah... [Bingung ini masuk literatur atau masuk culture... :?:]
Pernah mendengar kata" 'sees no evil', 'hears no evil' dan 'speaks no evil' kan? Nah, di Jepang kata" ini dilambangkan dengan 3 ekor monyet, yang disebut Three Wise Monkey atau 3 Monyet Bijak. [Monyet saja digambarkan bijak, masak manusia tidak? ] :s-dou:
Nama" dari monyet itu adalah Mizaru, yang menutupi matanya, yang melambangkan 'sees no evil'; Kikazaru, yang menutupi telinganya, yang melambangkan 'hears no evil'; dan Iwazaru, yang menutupi mulutnya, yang melambangkan 'speaks no evil'.
Judul dari thread ini kan 4, kok cuma ada 3? Sabar dulu, sekarang akan diperkenalkan monyet ke 4, yang terakhir tapi bukan yang terlupakan, Shizaru, yang melambangkan 'do no evil'. Shizaru dilambangkan menutupi perut atau daerah genital [yang tidak tahu artinya cari sendiri di Google ;) ], atau melipat tangannya.
Shizaru, sayangnya, sering terlupakan dan kebanyakan orang hanya mengenal kata 3 monyet bijak bukan 4 monyet bijak. [Mungkin karena gambarnya juga :P]


Kiri atas : Iwazaru; Kanan atas : Mizaru; Kiri bawah : Kikazaru; Kanan bawah : Shizaru

Sumber yang mempopulerkan falsafah ini adalah pahatan abad ke 17 yang terdapat di gerbang kuil Tōshō-gū shrine di Nikkō, Japan.


Pahatan yang ada di kuil Tōshō-gū shrine di Nikkō, Japan. Anehnya, tidak ada Shizaru di sini. Mungkin karena itu Shizaru jadi kurang terkenal... [Shizaru yang malang...]

Falsafah ini sendiri kemungkinan sudah ada sejak abad ke 8 (Periode Nara) dibawa oleh legenda Tendai-Buddhist dari Cina ke negeri Jepang.
Falsafah ini sendiri tidak ada hubungannya dengan monyet dan kemungkinan besar datang dari permainan kata "mizaru, kikazaru, iwazaru" (見ざる, 聞かざる, 言わざる, atau dengan akhiran di kanji, 見猿, 聞か猿, 言わ猿) yang secara harafiah berarti "tidak melihat, tidak mendengar, tidak bicara". Shizaru (し猿) berarti "jangan lakukan". Dalam bahasa Jepang, zaru, yang merupakan konjugasi negatif di bahasa lama, sama dengan zaru, akhiran vokal saru yang berarti monyet. [zaru = zaru = saru. Bingung kan? Wwwww. Sama, tapi kalau di coba ucapkan terasa persamaannya kok.]
Maka dari itu, monyet di dalam falsafah ini mungkin berasal dari permainan kata di atas.
Source : http://en.wikipedia.org/wiki/Three_wise_monkeys

Hiki
Special

Posts : 188
Join date : 2010-06-19
Location : Around the world

http://www.jtopianokichi.com

Back to top Go down

View previous topic View next topic Back to top


 
Permissions in this forum:
You cannot reply to topics in this forum